jump to navigation

Contoh Aplikasi Menabung, Tutup Rekening, dan Pembukaan Tabungan 20 Mei 2011

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas Terapan Komputer Perbankan.
add a comment

Langkah pembukaan rekening tabungan dari segi pengoperasian sistem aplikasi adalah pemilihan dan penggunaan fasilitas menu yang di sediakan pada sistem tersebut. Banyaknya fasilitas menu yang tersedia pada sistem tersebut membutuhkan alur data yang jelas untuk pembukaan rekening yaitu hanya menggunakan menu tertentu.

Pertama yang harus di lakukan, yaitu menuju teller bank yang di tuju untuk menanyakan langkah-langkah pembukaan rekening di Bank tersebut. Setelah itu mengisi perjanjian antara pihak Bank dengan nasabah. Jika semua sudah selesai perjanjian antara bank dengan nasabah, kita akan mendapatkan no rekening yang kita mohon dari bank.

Penarikan Tabungan
Penarikan tabungan dilaksanakan dengan bantuan proses earmarking (pengkonfirmasian transaksi antar cabang) dimana petugas yang bersangkutan langsung mengetahui posisi saldo rekening penabung melalui bantuan input komputer. Dengan cara ini petugas yang bersangkutan langsung dapat mengetahui ada tidaknya dana yang akan ditarik direkening penabung/nasabah.

Tutup Rekening
Contoh surat cara mengajukan aplikasi tutup rekening..
Untuk,
Manager Bank,
Ludhiana.

Menutup rekening, Ref;
Reg: A c / No :…………………….

Dengan Hormat,

Saya ingin mengatakan bahwa saya adalah pelanggan bank Anda dari masa dua tahun, jadi saat ini saya tidak ingin menggunakan account tersebut. Jadi tolong menutup rekening bank no :-………….. dengan segera. Bersama aplikasi ini saya telah menyerahkan buku cek saya. Dimohon untuk menutup account saya.

Terima kasih atas perhatian Anda.

Hormat saya

Sistem Aplikasi Tabungan
Penerapan sistem aplikasi tabungan atau sistem aplikasi giro pada dasarnya adalah mengubah pengolahan data dari sistem manual yang bersifat prosedural atau langkah-langkah pelayanan tabungan untuk menjadi pengolahan data dengan menggunakan komputer. Secara umum penggunaan sistem aplikasi ini tidak mengubah pengertian atau prosedur-prosedur mengenai tabungan yang berlaku standar untuk setiap bank. Perbedaan yang ada lebih bersifat pelayanan terhadap nasabah, perhitungan bunga secara otomatis, dan cara pelaporan (reporting).

Kemampuan sistem aplikasi tabungan berbeda-beda antara satu bank dan bank lainnya. Sebagai contoh, ada sistem aplikasi tabungan yang bisa mengakomodasikan sistem on line. Tetapi masih ada bank yang menggunakan sistem aplikasi tabungan yang hanya bisa dioperasikan off line dan hanya terpasang di satu komputer (stand alone). Perbedaan kemampuan dan kapasitas sistem tersebut menyebabkan banyaknya berbagai jenis sistem aplikasi tabungan atau giro yang digunakan oleh bank-bank di Indonesia, baik yang dikembangkan sendiri oleh sumber daya intern bank maupun yang dibeli dari vendor atau software house.

Sistem aplikasi tabungan di sini adalah aplikasi yang memungkinkan diterapkannya sistem on line dan bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). Aplikasi ini juga telah terintegrasi atau terhubung dengan aplikasi general ledger sehingga pada pembuatan laporan neraca, sistem aplikasi tabungan tidak perlu memasukkan (input) ulang ke aplikasi general ledger tetapi secara otomatis dilakukan posting.

Sumber: Dari beberapa situs website dan blog mengenai ilmu perbankan

Buku Besar (General Ledger) 15 April 2011

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas Terapan Komputer Perbankan.
4 comments

Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Selain itu juga sebagai informasi yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan. Kemudian, dokumen-dokumen transaksi yang sudah dicatat sebelumnya, baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus kemudian dipindahkan kedalam buku besar (general ledger) sesuai dengan kelompok rekening dan nomor perkiraannya. Pada dasarnya fungsi buku besar adalah untuk mengetahui total saldo pada masing-masing rekening yamg nantinya akan dipindahkan ke neraca saldo secara satu persatu tiap-tiap rekening. Buku besar mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

Jurnal harian dalam buku besar adalah suatu metode pencatatan, pembukuan, dan pengklasifikasina transaksi atau mutasi yang dapat dihargai atau dinilai dengan uang. Adapun metode pencatatan tersebut dibagi menjadi dua konsep, yaitu Cash Basis dan Accrual Basis. Cash Basis adalah metode pencatatan dan pembukuan transaksi baru dilakukan apabila terjadi suatu aliran keluar masuknya dana atau sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. Sedangkan Accrual Basis adalah metode pencatatan dan pembukuan yang dilakukan tanpa memandang arus dana masuk atau dana keluar.

Pendapatan dan biaya bunga diakui berdasarkan Accrual Basis. Pendapatan biaya meliputi bunga yang diperoleh dan pendapatan lain yang berkaitan dengan kredit. Biaya bunga meliputi biaya bunga dan biaya lain yang dikeluarkan secara langsung. Pencatatan dengan Cash Basis perhitungannya relatif sederhana dan menunjukkan kondisi sebenarnya mengenai keuanganank pada periode tersebut. Tapi ada kemungkinan fluktuasi yang relatif tajam pada posisi neraca antar periode.

Proses posting pada buku besar mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus di debet. Setiap transaksi yang diinput dan membentuk jurnal akan masuk ke buku besar sesuai dengan jurnal yang terbentuk. Jika ingin melakukan pengeditan untuk transaksi yang sudah masuk ke buku besar, silahkan catat nomor referensi jurnal yang terdapat di buku besar dan tipe transaksi tersebut untuk mengetahui pada modul mana transaksi tersebut diinput, misalnya tipe GJ berarti anda menginput transaksi di jurnal umum, maka anda dapat melihat / mengedit jurnal umum pada menu buku besar > daftar transaksi jurnal > pilih nomor referensi > klik perincian > kemudian edit transaksinya. Atau anda bisa langsung klik dua kali pada nomor referensi jurnal saat anda menampilkan laporan buku besar. Setelah masuk ke detail transaksinya lalu edit transaksi tersebut.

Transaksi dan mutasi pada General Ledger dilakukan setelah seluruh rekening yang diperlukan dalam operasional bank disusun (berdasarkan neraca). Selain itu posting transaksi melibatkan dua departemen berbeda, haruslah melalui rekening-rekening dalam Departemen Offset. Kegunaan dari Departemen Offset adalah untuk menyeimbangkan saldo aktiva dan passiva dalam neraca.

Proses transaksi pada General Ledger dilaksanakan dengan dua alternatif: dengan posting otomatis dari sistem yang digunakan (tabungan, giro, deposito, dan loan), kedua dengan cara posting mutasi dan transaksi dari General Ledger itu sendiri. Posting otomatis dapat dilakukan apabila sistem komputerisasi pada lembaga perbankan bersangkutan sudah terhubung dengan seluruh sistem aplikasi General Ledger-nya. Sedangkan penggunaan sistem aplikasi General Ledger dilakukan pada saat pembuatan neraca harian, neraca bulanan, serta neraca tahunan dan laporan-laporan likuiditas bank yang lain.

Perbedaan posting mutasi dan transaksi adalah apabila posting mutasi dilakukan melalui aplikasi General Ledger maka transaksi hanya per departemen saja.

Sumber: Berbagai situs web mengenai ilmu ekonomi
Buku Gunadarma Sistem Aplikasi General Ledger

Penyetoran dan Penarikan Deposito 15 Maret 2011

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas Terapan Komputer Perbankan.
add a comment

Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti.

Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya.

Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.

Sistem perbankan nasabah sepanjang outlet di pembukaan rekening deposito yang sama, Anda bisa memegang buku dalam sistem perbankan lokal untuk setiap titik jaringan layanan deposit dan penarikan. Berupa kotak pos tabungan dan penarikan titik jaringan komputer saat pengguna dengan buku tabungan, tabungan pos di jendela komputer jaringan point untuk tabungan dan usaha penarikan, kemudian oleh kartu tabungan pos di mesin teller otomatis (ATM) untuk penarikan. kartu tabungan pos di ATM untuk penarikan dan query operasi menggunakan keuangan dan tabungan akan mengeluarkan kartu kredit (termasuk kartu debit), yang merupakan salah satu produk dari bank tersebut.

penarikan deposito/tabungan non teller:
• Merupakan rekening tabungan yang terkait dengan fasilitas kredit fleksibel dan deposito fleksibel
• Penarikan dan penyetoran dapat dilakukan setiap saat diperlukan
• Mendapat fasilitas kartu ATM Fleksibel BPRKS yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi :
o Pembelian pulsa isi ulang
o Pembayaran tagihan telepon dan listrik
o Transfer antar rekening BPRKS atau Bank-bank ATM Bersama, bebas biaya untuk 10 kali transaksi dalam 1 bulan.
o Penarikan tunai menggunakan ATM BPRKS dan ATM Bersama, 7 hari 24 jam
o Penyetoran tunai menggunakan ADM BPRKS, 7 hari 24 jam.
o Informasi saldo
o Ubah PIN
o Registrasi Internet Banking BPRKS dan SMS Banking
• Mendapatkan fasilitas weekend Banking, internet Banking, Call Center 24 jam, SMS Banking.

Sumber: id.wikipedia.org, http://www.bprks.co.id

Sistem Aplikasi Pembukaan Rekening Bank 6 Maret 2011

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas Terapan Komputer Perbankan.
add a comment

Langkah pertama yang di lakukan, yaitu menuju teller bank yang dituju sesuai dengan kebutuhan kita sebagai masyarakat untuk menanyakan step pembukaan rekening di Bank tersebut. Setelah itu mengisi perjanjian antara pihak Bank dengan nasabah. Jika semua sudah selesai perjanjian antara bank dengan nasabah, Kita akan mendapatkan no rekening yang kita mohon dari bank. Namun sebelumnya kita akan menyetor sejumlah uang untuk saldo awal tabungan kita.

Pada dasarnya nomor rekening tabungan merupakan berupa deretan angka yang unik. Fungsi no rekening di dalam sistemnya adalah sebagai field key sehingga proses perhitungan transaksi atau saldo untuk seorang nasabah tidak akan masuk ke norek nasabah lain, atau memudahkan mencari data nasabah.
Di dalam no rekening biasanya terkandung informasi mengenai identitas bank, sistem aplikasi yang di gunakan , kode mata uang, no urut nasabah dan cek digit yang digenerate secara otomatis oleh komputer. pada sistem aplikasi tabungan ini, jumlah digit yang di gunakan untuk no rekening adalah 11 digit.

Langkah pembukaan rekening tabungan dari segi pengoperasian sistem aplikasi adalah pemilihan dan penggunaan fasilitas menu yang di sediakan pada sistem tersebut. Banyaknya fasilitas menu yang tersedia pada sistem tersebut membutuhkan alur data yang jelas untuk pembukaan rekening.

Setelah kita mendapat nomor rekening, kita sudah mulai bisa melakukan transaksi antar bank. Seperti mengirim uang, menabung, menyimpan surat berharga, menerima kiriman uang, dan melakukan produk-produk lainnya dari bank yang bersangkutan.

Dari Berbagai Sumber

Pengantar Perbankan 17 Februari 2011

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas Terapan Komputer Perbankan.
add a comment

Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.

Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah. Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah

Berdasarkan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, pengertian perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta tata cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya (pasal 1 angka 1). Sedangkan yang dimaksud dengan bank adalah berupa badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk laninnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (pasal 1 angka 2). Jenis dalam perbankan dibagi menjadi dua kategori yaitu:

1. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian, terutama dalam sistem pembayaran moneter. Dengan adanya bank, aktivitas ekonomi dapat diselenggarakan dengan biaya rendah. Bank juga memiliki tiga karakteristik khusus yang berbeda dalam fungsinya bila dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Tiga hal tersebut menurut George (1997), adalah sebagai berikut.

1. Terkait dengan fungsi bank sebagai lembaga kepercayaan untuk menyimpan dana masyarakat, bank berperan khusus dalam penciptaan uang dan mekanisme sistem pembayaran dalam perekonomian. Keberadaan perbankan memungkinkan berbagai transaksi keuangan dan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien.

2. Sebagai lembaga intermediasi keuangan, perbankan berperan khusus dalam memobilisasikan simpanan masyarakat untuk disalurkan dalam bentuk kredit dan pembiayaan lain kepada dunia usaha. Hal ini akan memperbesar dan mempermudah proses mobilisasi dan alokasi sumber-sumber dana dalam perekonomian.

3. Sebagai lembaga penanaman aset finansial, bank memiliki peran penting dalam mengembangkan pasar keuangan, terutama pasar uang domestik dan valuta asing. Bank berperan dalam mentransformasikan aset finansial, seperti simpanan masyarakat ke dalam bentuk aset finansial lain, yaitu kredit dan surat-surat berharga yang dikeluarkan pemerintah dan bank sentral.

Ketiga fungsi penting tersebut terkait dengan peran bank baik dari sisi mikro maupun makro. Dari sisi mikro, bank dibutuhkan sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menyimpan dana, memperoleh kredit dan pembiayaan lain, maupun dalam melakukan berbagai transaksi ekonomi dan keuangan. Dari sisi makro, bank dibutuhkan karena peran pentingnya dalam proses penciptaan uang dan sistem pembayaran, serta dalam mendorong efektivitas mekanisme transmisi kebijakan moneter dan efisiensi alokasi sumber dana dalam perekonomian

Beberapa peraturan dalam dunia perbankan yang tercantum dalam situs Bank Indonesia:
– Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/10/PBI/2011 tanggal 9 Februari 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/19/PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/9/PBI/2011 tanggal 8 Februari 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 10/18/PBI/2008 Tentang Restrukturisasi Pembiayaan Bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/6/PBI/2011 tanggal 24 Januari 2011 tentang Tindak Lanjut Penanganan Terhadap Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Dalam Status Pengawasan Khusus.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/5/PBI/2011 tanggal 24 Januari 2011 tentang Batas Maksimum Penyaluran Dana Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia No. 13/ 3 /PBI/2011 – Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor: 12/ 23 /PBI/2010 Tentang Uji Kemampuan Dan Kepatutan (Fit And Proper Test).

– Peraturan Bank Indonesia Nomor: 12/20/PBI/2010 – Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 19 /PBI/2010 – Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing.

– Peraturan Bank Indonesia No.10/27/PBI/2008 – Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/9/PBI/2004 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank.

– Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/23/PBI/2008 – Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/21/PBI/2004 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia No. 9/19/PBI/2007
Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia No. 9/19/PBI/2007 Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia No. 9/17/PBI/2007 Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat Berdasarkan Prinsip Syariah.

– Peraturan Bank Indonesia No. 9/13/PBI/2007 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Dengan Memperhitungkan Risiko Pasar.

Sumber: http://www.bi.go.id
http://www.scribd.com
http://www.infoperbankan.com