jump to navigation

Resume Presentasi Sistem Informasi Manufaktur 29 April 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM, Uncategorized.
add a comment

Pada semester 4 ini, mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM) setiap mahasiswa membuat kelompok. Saya yang termasuk di dalamnya juga membuat kelompok beranggotakan 7 orang. Kelompok saya membahas tentang salah satu sistem yang termasuk dalam Sistem Informasi Manajemen, yaitu Sistem Informasi Manufaktur.

Sistem Informasi Manufaktur merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang dan jasa. Sedangkan sistem manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral. Kemudian jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam Sistem Manufaktur ini antara lain sistem produksi, perencanaan dan pengendalian produksi, pemodelan sistem, perancangan tata letak pabrik, dan ergonomi.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Sistem Informasi Manufaktur adalah penyiapan proposal sistem. Proposal sistem adalah suatu penyulingan dari apa yang telah penganalisis pelajari dari perusahaan serta mengenai apa yang diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya. Yang kedua adalah sampling dan investigasi data. Alasan analis sistem melakukan observasi adalah untuk menekan biaya, juga untuk mempercepat pengumpulan data. Kemudian yang terakhir adalah melakukan metode wawancara pada Sistem Informasi.

Yang digunakan dalam Sistem Informasi Manuaktur adalah Computer Aided Design (CAD). CAD adalah penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang akan di-manufaktur. Pertama kali muncul dalam industri dirgantara sekitar 1960-an yang kemudian diadopsi oleh pembuat mobil. Kemidian yang digunakan dalam Sistem Informasi Manufaktur adalah Computer Aided Manufacturing (CAM). CAM adalah penerapan komputer dalam proses produksi. Mesin produksi khusus yang dikendalikan komputer menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh dari rancangan. Terakhir adalah Robotik. Melibatkan robot industri dalam proses manufaktur.

Terakhir yang ingin saya bahas dalam resume ini adalah model dalam Sistem Informasi Manufaktur. Yang pertama adalah subsistem input. Merupakan sistem informasi mengumpulkan data intern ynag menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasoknya. Berikutnya adalah subsistem informasi akuntansi, adalah tugas mengumpulkan data yang menjelaskan operasi produksi dilaksanakan dengan terminal penggunaan data. Kemudian subsistem industrial engineering. Merupakan analisis sistem yang terlatih khusus mempelajari operasi manuaktur dan membuat saran-saran perbaikan. Selanjutnya yang terakhir adalah subsistem intelijen manufaktur. Subsistem intelijen Manufaktur membuat manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin.

Iklan

Sedikit Mengenai Sistem Informasi Manajemen 13 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Sistem Informasi Manajemen diantaranya adalah:
– Sistem yang terpadu antara manusia dengan mesin.
– Penyedia informasi bagi yang membutuhkan.
– Mendukung Sistem informasi, manajemen, analisa, dan pengambilan keputusan.

Kemudian di dalam suatu organisasi, sistem ini menggunakan:
– Perangkat keras dan perangkat lunak.
– Pedoman prosedur.
– Suatu database.
– Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.

Dalam Basic Function in Computer System terdiri dari dua bagian, yaitu primary storage dan secondary storage. Secondary storage dapat berhubungan dengan primary storage, begitu juga sebaliknya. Primary storage terdiri dari 3 bagian, yaitu automatic and logic unit, control, dan CPU. Untuk memasukkan data dapat melalui automatic and logic unit. Langkahnya adalah data preparation, kemudian menjadi input. Lalu diolah dalam automatic and logic unit yang akan menghasilkan output.

Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen

Pendekatan Sistem 1 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
2 comments

Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan.

Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.

Tahap II: Usaha definisi
– Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
– Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
– Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
– Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
– Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.

Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:
1. Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
2. Membandingkan sistem output dengan standar.
3. Mengevaluasi manajemen.
4. Mengevaluasi pengolah informasi.
5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi proses transformasi.
7. Mengevaluasi sumber daya output.

Tahap III: Usaha solusi
– Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama).
– Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
– Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
– Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
– Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.

Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.

Ada beberapa faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah.
1. Gaya merasakan masalah
Bagaimana menghadapi masalah ada 3 kategori:
– Penghindar masalah. Yang menghalangi kemungkinan masalah-mengabaikan informasi.
– Pemecah masalah. Tidak mencari masalah tidak juga menghindari masalah. Bila ada masalah akan dipecahkan.
– Pencari masalah. Menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.

2. Gaya mengumpulkan informasi
– Gaya teratur. Mengikuti dan menyaring yang tidak berhubungan dengan bidangnya.
– Gaya menerima. Ingin melihat semua masalah dan menilai informasi tersebut.

3. Gaya menggunakan informasi
– Gaya sistematis. Mengikuti metode/cara yang telah ditetapkan.
– Gaya intuitif. Menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

Walau tidak semua manajer mengikuti pendekatan sistem dalam pemecahan masalah, pendekatan sistem merupakan metodologi sistem dasar. Jadi manajer harus bisa menempatkan pendekatan sistem secara perspektif.


Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen

Pemecahan Masalah 1 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Dalam suatu pendekatan sistem ada beberapa hal yang berhubungan. Salah satunya adalah pemecahan masalah. Sebelum membahas pemecahan masalah, kita harus mengetahui apa itu masalah. Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Jadi sebuah masalah tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang merugikan. Kemudian pengertian pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang namanya pengambilan keputusan. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. Maka pengertian pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Jadi kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternatif dari keputusan.

Elemen-elemen dari proses pemecahan masalah:
– Masalah
– Desired state (keadaan yang diharapkan)
– Current state (keadaan saat ini)
– Pemecah masalah/manajer
– Adanya solusi alternatif dalam memecahkan masalah
– Solusi.

Hal lain yang harus diketahui dalam pemecahan masalah adalah, harus mengetahui perbedaan antara masalah dengan gejala. Pertama, gejala dihasilkan oleh masalah. Kedua, masalah menyebabkan gejala. Ketiga, ketika masalah dikoreksi maka gejala akan berhenti, bukan sebaliknya.

Masalah mempunyai beberapa struktur.
1. Masalah Terstruktur. Adalah masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipengaruhi oleh pemecah masalah. Pemecah masalah tersebut adalah komputer. Karena komputer dapat memecahkan masalah tanpa perlu melibatkan manajer.
2. Masalah Tidak Terstruktur. Adalah masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer. Karena manajer harus melakukan sebagian besar tugas memecahkan masalah.
3. Masalah Semi Terstruktur. Adalah masalah yang berisi sebagian elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer dan komputer, yang harus bisa bekerja sama memecahkan masalah.

Proses pemacahan masalah menurut John Dewey, Profesor di Colombia University pada tahun 1970, mengidentifikasi seri penilaian pemecahan masalah:
1. Mengenali kontroversi (masalah).
2. Menimbang klaim alternatif.
3. Membentuk penilaian (solusi).


Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen

Peran/Manfaat SIM Dalam Pengambilan Keputusan 31 Desember 2009

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

SIM mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut. Sekarang ini, penerapan SIM dalam suatu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data yang ada untuk menjadi informasi yang dibutuhkan.

Informasi yang tepat, cepat dan akurat akan menjadikan suatu organisasi menjadi berkembang dengan pesat. Semakin besar suatu organisasi maka semakin komplekslah pengelolaan sistem informasi, karena data yang diolah menjadi semakin banyak dan bervariasi. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.

Informasi merupakan kebutuhan utama manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi yang dikumpulkan kepadanya. Tidak disangkal lagi bahwa keberhasilan manajemen sangat dipengaruhi dan bergantung pada ketepatan informasi yang disajikan dalam bentuk laporan, dimana laporan tersebut harus memberi manfaat seoptimal mungkin dan tidak menyesatkan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Manajemen membutuhkan banyak informasi agar dapat bekerja secara efisien dan efektif. Informasi yang banyak tersebut tidak mungkin seluruhnya dapat ditampung oleh manajemen. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendukung kebutuhan manajemen dalam mengelola suatu perusahaan/organisasi. Dengan adanya sistem informasi yang baik diharapkan adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan/organisasi. Selain itu suatu sistem yang baik juga akan mendorong produktivitas yang tinggi dan memberikan kontribusi atas tercapainya tujuan organisasi. Oleh karena itu jelas kiranya bahwa harus ada suatu hubungan erat antara sistem informasi dengan prosedur yang ada.

Dari berbagai sumber

E-Commerce 31 Desember 2009

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Pada dasarnya, E-Commerce adalah bentuk dari transaksi ekonomi yang dilakukan secara digital. Seperti membeli baju dengan menggunakan kartu kredit, mengambil uang di ATM, membeli buku di situs amazon.com, dan meng-klik tombol submit dari internet. Jadi, semua transaksi atau semua kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara digital.

Mengapa dilakukan e-commerce? Karena banyak hal yang bisa dilakukan dengan e-commerce. yaitu memperpendek biaya, memperpendek waktu, meningkatkan customer loyalty, dan melebarkan jangkuan.

Pelaksanaan e-commerce tentu saja dilakukan secara elektronik. salah satu contoh yang paling mudah adalah dengan adanya e-mail. Jadi orang bisa menulis surat dan mengirim surat secara elektronik. Automation, adalah pengganti proses bisnis manual ke proses bisnis otomasi. Kemudian ada streamlining/integration, adalah proses yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang efisien. Publishing, adalah kemudahan berkomunikasi dan berpromosi untuk produk dan jasa yang diperdagangkan. Selanjutnya ada interaction, adalah pertukaran informasi/data antar pelaku bisnis dengan meminimalisasikan human error. Yang terakhir transaction, adalah kesepakatan dua pelaku bisnis untuk bertransaksi dengan melibatkan institusi lain sebagai fungsi pembayar.

Jenis dalam e-commerce antara lain Business to business, yaitu antar perusahaan tentang data berulang. Business to consumer, contohnya retail, pelanggan, dan konsep portal. Kemudian consumer to consumer, contohnya adalah lelang.

Sementara itu servis yang harus tersedia dalam e-commerce antara lain infrastruktur jaringan, directory services (LDAP, DNS), infrastruktur kunci publik, certification authurity, secure IP, secure e-mail (PGP, PEM, S/MIME), SSL, SSH, VPN, dan electronic payment.

Perkembangan e-commerce yang berbasis elektronik banyak peningkatan. yang dimaksud meningkat dalam hal ini adalah tidak dapat distop. Kemudian teknologi informasi mendominasi bursa saham. Hal ini dapat ditunjukkan dengan top 10 perusahaan dunia hanya terdiri dari dua jenis, yaitu, IT dan minyak. Sedangkan contoh aplikasi e-commerce yang banya dipergunakan seperti transaksi melalui komputer dan handphone. Ada juga dalam bidang buku seperti amazon.com dan Barnes & Noble. Dalam perlelangan ada eBay. Dan di bidang restoran/perhotelan ada priceline.com.

sumber: materi perkuliahan sistem informasi manajemen

METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM 26 Desember 2009

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Siklus hidup sistem adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. Tahapan dalam siklus hidup sistem adalah perencanaan, analisis, perancangan, penerapan/implementasi, dan penggunaan.

Sementara itu fungsi komite pengarah SIM adalah:
1. Menetapkan kebijakan yang memastikan dukungan komputer untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
2. Menjadi pengendali keuangan. Berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan dana yang berhubungan dengan penggunaan komputer.
3. Menyelesaikan pertentangan yang timbul sehubungan dengan prioritas penggunaan komputer.

Adapun keuntungan dari melaksanakan proyek CBIS:
1. Menentukan lingkup proyek.
2. Mengenali berbagai area permaslahan.
3. Mengatur urutan tugas.
4. Memberikan dasar untuk pengendalian.

Selanjutnya yang harus dilakukan dalam siklus metodologi hidup sistem adalah membuat Prototype. Prototpye adalah ide bagi perancang sistem maupun user potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Langkah membuat prototype adalah:
1. Mengidentifikasi kebutuhan user.
2. Mengembangkan prototype.
3. Menentukan apakah prototype dapat diterima.
4. Mengadakan sistem operasional.
5. Menguji sistem operasional.
6. Menentukan jika sistem oprasional dapat diterima.
7. Menggunakan sistem operasional.

Keuntungan membuat prototype adalah komunikasi antar user dan analis akan membaik. Agar analis sistem dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan user. Diharapkan user berperan aktif dalam pengembangan sistem supaya penerapannya menjadi lebih mudah. Selain itu spesialis informasi dan user dapat menghemat waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem.

Prototype juga memiliki kelemahan. Misalnya apabila dalam menghasilkan prototype tergesa-gesa tidak memberikan evaluasi alternatif bagi user. Bila user begitu tertarik dengan prototype maka akan menimbulkan sesuatu yang tidak realisitis. Kemudian hubungan komputer dengan manusia mungkin tidak mencerminkan tekhnik peranccangan sistem yang baik.

RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
adalah memberikan respon yang cepat pada kebutuhan user, tetapi dengan lingkup yang lebih luas. Unsur-unsur dalam RAD adalah manajemen, manusia, metode, dan peralatan.

COMPUTER AIDED SOFTWARE ENGINEERING (CASE)
adalah kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke komputer.