jump to navigation

SISTEM KALENDER BARU 6 April 2012

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Teknologi & Informasi.
trackback

Mulai tahun 2017, nggak ada lagi bulan di kalender kita yang cuma sampai tanggal 28. Semua bulan akan seragam sepanjang 30 atau 31 hari.

Waktu itu abadi, cara penghitugan waktu lah yang selalu berubah-ubah. Seorang ahli astronomi asal Amerika Serikat dari Universitas John Hopkins, Richard Conn Henry, menggagas sistem penanggalan baru. Kalender ini dinamakan Hanke-Henry Permanent Calendar. Nama Hanke diambil dari nama partnernya, Steve Hanke, seorang ekonom dari kampus yang sama. Disebut Permanent Calendar karena yang ada di kalender ini semuanya permanen.

Kata Henry, sejak abad ke-15 waktu terus mengalir dan mengalami perubahan. Penanggalan makin nggak pasti. Kita nggak bisa menebak panjang hari dalam satu bulan. Bahkan kita nggak bisa menebak tanggal tertentu jatuh pada hari apa. Di kalender ini, kita bisa pastikan ulang tahun kita akan selalu jatuh pada hari yang sama dari tahun ke tahun. Patokan awal penanggalan ini adalah tahun 2011 lalu. Karena bagi Henry dan Hanke tahun 2012 adalah tahun berakhirnya penanggalan Peradaban Maya, saat yang tepat untuk membakukan sistem penanggalan baru. Sangat kebetulan karena pada tahun 2011 lalu, natal dan tahun baru bertepatan pada hari Minggu. Sangat menyenangkan bila di tahun-tahun mendatang kita akan selalu punya hari libur di hari yang sama.

Sama seperti kalender Gregorian yang kita pakai sekarang, setahun akan ada 12 bulan dari Januari sampai Desember. Bedanya, akan ada delapan bulan yang berisi 30 hari dan tiap bulan kelipatan tiga akan berisi 31 hari yaitu bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Untuk menggenapi agar setahun tetap 364 hari, maka tiap lima atau enam tahun sekali akan ada penambahan satu minggu di bulan Desember. Seperti tahun 2015, 2020, 2026, 2032, 2037, 2043, 2048, 2054, 2060, 2065, 2071, 2076, dan 2082.

Henry dan Hanke menambahkan, tiap tahun kita selalu pusing merancang ulang jadwal acara-acara rutin agar sesuai dengan hari yang pas. Seperti menentukan waktu libur dan masuk sekolah juga acara-acara besar seperti pertandingan sepakbola. Bayangkan betapa efektifnya kalau tiap tahun tanggal dan hari selalu sama. Dalam dunia ekonomi juga dinilai banyak keuntungan.

Tapi bukan berarti kalender Gregorian nggak kita pakai lagi. Kita tetap bisa menggunakannya untuk tujuan tertentu yang lebih khusus, musalnya agrikultur dan keagamaan. Rencananya Hanke-Henry Permanent Calendar akan mulai dipakai dari tahun 2017 nanti.

Kalau menentukan tanggal Lebaran sama Haji, apa iya selalu sama tiap tahun???????

Berikut beberapa kalender yang sudah umum dipakai si seluruh dunia………….

Kalender Gregorian
Dibuat oleh Paus Gregorius XIII menggantikan kalender Julian setelah perhitungan hari menjadi kacau akibat rotasi matahari berubah menjadi lebih cepat beberapa hari. Kalender ini awalnya digunakan untuk lebih akurat dalam menentukan jatuhnya ibadah Paskah dan Kebaktian. Resmi dipakai pada 15 Oktober 1582.

Kalender Julian
Penggagasnya adalah Julius Cesar pada 45 SM. Dipakai sebagai solusi penanggalan Romawi sebelumnya yang selalu semrawut di sisipan 90 hari dalam beberapa bulannya untuk mengikuti perubahan musim. Walau Cesar menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun, banyak yang nggak sepakat dan memilih tanggal 25 Maret, 1 Maret, dan 25 Desember.

Kalender Ibrani
Kalender resmi milik orang Yahudi. Penanggalannya didasarkan atas rotasi bulan. Nggak ada hari yang punya nama kecuali hari Sabbath yang ada di ujing siklus satu minggu ditandai dari terbenamnya matahari. Dalam setahun ada 12 atau 13 bulan.

Kalender Hijriyah
Kalender ini dimulai pada hari Jumat, 16 Juli 622 M, saat hijtahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Didasarkan pada perputaran bulan, setahun berisi 12 bulan dimana terbenamnya matahari sebagai tanda mulainya hari.

Kalender China
Didasarkan pada rotasi bulan yang tiap bulan berisi 29 atau 30 hari. Tiap tiga tahun ada penambahan bulan. Sampai sekarang masih dipakai untuk penentuan waktu perayaan festival budaya tradisional dan sistem agrikultur.

Sumber: Majalah HAI

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s