jump to navigation

Sedikit Mengenai Nikotin & Tar 19 November 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Kesehatan.
trackback

Nikotin dan tar. Dua zat ini sudah sangat akrab di telinga, bahkan bagi orang-orang yang tidak merokok sekalipun. Faktanya, banyak orang yang belum “kenal” dengan kedua zat itu!

Nikotin
Nikotin adalah senyawa kimia berupa alkaloid yang bersifat stimulan terhadap tubuh. Kandungan nikotin umumnya terdapat pada tembakau dan konsentrasinya 5 persen per 100 g berat tembakau. Bila berapa jumlahnya dalam sebatang rokok, berbeda-beda di tiap merk rokok tersebut. Informasi mengenai jumlah nikotin dalam rokok dapat dibaca pada setiap bungkusnya.

Efek yang ditimbulkan nikotin:
1. Membuat detak jantung makin cepat.
2. Meningkatkan tekanan darah serta tarikan nafas yang berat dan cepat.
3. Dalam jangka panjang bisa merusak pembuluh arteri dalam darah, yang salah satu fungsinya mengedarkan oksigen ke dalam tubuh. Kemudian dapat meningkatkan kolesterol dalam darah, hingga menyebabkan si perokok sangat rentan terhadap serangan jantung dan stroke.
4. Pada konsentrasi rendah, nikotin bisa menyebabkan kecanduan.
5. Memiliki daya karsinogenik, yang bisa menyebabkan kanker. Juga dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker.

Tar
Bentuk aslinya adalah cairan kental berwarna kecoklatan. Dicampur dengan tembakau, tar ini merupakan senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap rokok. Ketika rokok dihisap, tar masuk kedalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, serta paru-paru.

Tar dalam asap rokok juga berpotensi memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang sering terjadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain. Sehingga dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi.

Sekedar informasi tambahan. Dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1999 sudah ditetapkan bahwa batas kadar maksimum kandungan nikotin dan tar pada setiap batang rokok yang beredar di Indonesia tidak boleh melebihi kadar kandungan nikotin 1,5 mg dan kadar kandungan tar 20 mg.

Banyak gosip yang beredar kalau tar yang digunakan dalam industri rokok sama dengan tar yang digunakan untuk melapisi jalan………?????????

Sumber: Majalah HAI

Komentar»

1. Drans - 7 Februari 2011

Nice Info

2. rini_MAN 2 BJN - 17 Februari 2012

wah mematikan tuh bahan kimia..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: