jump to navigation

Sistem Informasi Akuntansi Untuk Pengendalian Internal Arus Kas Perusahaan 16 Oktober 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIA.
2 comments

Barangkali aspek terpenting dalam sistem informasi akuntansi adalah bahwa sistem itu berjalan dalam struktur pengendalian intern perusahaan. Struktur pengendalian intern menyarankan tindakan-tindakan yang harus diambil dalam perusahaan untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas-aktivitas perusahaan.

Banyak informasi yang diperlukan oleh manajemen untuk mengendalikan operasi dan keuangan yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi. Salah satu dari tanggung jawab utama manajemen adalah pengelolaan. Pengendalian menjamin kebijakan dan pengarahan-pengarahan manajemen cukup memadai. Manajemen dalam perusahaan besar berada cukup jauh dari operasi, dan penyeliaan karyawan secara pribadi menjadi tidak mungkin. Sebagai penggantinya manajemen harus bergantung pada beragam teknik pengendalian untuk mengimplementasikan keputusan dan mencapai tujuan-tujuannya dan untuk mengatur aktivitas-aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya. Pengendalian yang diterapkan seperti memelihara kuantitas persediaan, pemakaian barang dalam produksi dan administrai, dan pembayaran tagihan dalam periode pemberian diskon. Pengendalian intern yang baik merupakan faktor kunci dalam manajemen perusahaan yang efektif.

Struktur pengendalian intern perusahaan terdiri dari kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan untuk memberikan jaminan tercapainya tujuan tertentu perusahaan. Struktur pengendalian intern perusahaan terdiri dari tiga elemen: yaitu lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur-prosedur pengendalian. Konsep struktur pengendalian sistem didasarkan pada dua premis utama, yaitu tanggung jawab manajemen dan jaminan yang memadai.

Hal yang paling penting adalah pemisahan tugas sehingga tidak ada departemen atau orang yang mengendalikan catatan akuntansi yang berkaitan dengan kegiatannya sendiri. Satu pelanggaran yang umum terjadi pada prinsip ini adalah pendelegasian tanggung jawan akuntansi pada individu atau departemen yang sama. Karena fungsi akuntansi dan keuangan sama-sama berkaitan dengan uang, secara logika orang akan menempatkan tanggung jawab ini pada satu orang.

Pendekatan umum yang digunakan adalah mendelegasikan fungsi akuntansi kepada kontroler atau yang serupa dengan fungsi keuangan kepada bendaharawan. Umumnya kontroler dan bendaharawan adalah manajemen puncak, yang mempunyai fungsi sejajar dengan eksekutif lainnya yang melapor kepada presiden direktur. Fungsi akuntansi meliputi beberapa sub-sub fungsi. Dalam perusahaan kecil, kontroler menangani fungsi ini sendirian. Tetapi dalam perusahaan besar, tugas didelegasikan ke asisten atau kepala departemen.

Sumber: Buku Sistem Informasi Akuntansi (George H. Bodnar dan William S. Hopwood)

Sekilas Mengenai Sistem Informasi Akuntansi 10 Oktober 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIA.
add a comment

Sebuah organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi. Produktivitas suatu organisasi dipandang sebagai suatu hal yang penting agar tetap kompetitif, dapat ditingkatkan melalui sistem informasi yang lebih baik.

Ada beberapa sistem dalam sistem informasi. Yaitu sistem pemrosesan data elektronik, sistem pemrosesan data, sistem informasi manajemen, sistem penunjang keputusan, sistem ahli, sistem informasi eksekutif, sistem informasi manufaktur, dan sistem informasi akuntansi.

Informasi adalah data yang telah diolah sehingga menjadi hal yang berguna sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Kemudian sistem adalah kumpulan sumberdaya seperti manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi. Kesimpulannya, sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Tetapi, istilah sistem informasi akuntansi lebih luas dari itu guna mencakup siklus-siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi, dan pengembangan sistem informasi. Informasi ini dikomunikasikan kepada beragam pengambil keputusan. SIA mewujudkan perubahan ini apakah secara manual atau terkomputerisasi.

Pembuatan informasi yang berguna dibatasi oleh lingkungan SIA dan struktur manfaat dan biaya yang melekat pada keputusan-keputusan pemakai. Ketidakpastian lingkungan dimana informasi dikembangkan dan disajikan menyebabkan dibutuhkannya estimasi dan penyesuaian-penyesuaian. Tidak ada sistem informasi yang dapat menghindari segi-segi praktis penyajian informasi. Jika biaya pembuatan informasi lebih besar dari kegunaannya bagi pemakai maka tidak praktis untuk menyajikan informasi tersebut.

Pemakai informasi pada SIA ada dua, intern dan ekstern. Pemakai informasi intern terutama manajer. Sedangkan pemakai informasi SIA ekstern adalah pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan/pemasok, pesaing, serikat pekerja, dan masyarakat.


Sumber: Buku Sistem Informasi Akuntansi (George H. Bodnar dan William S. Hopwood)