jump to navigation

C A M E O (sosok pengejut dalam film) 13 Agustus 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Film.
2 comments

Peran cameo atau penampilan cameo (biasa disingkat jadi cameo) adalah munculnya seseorang yang terkenal di bidang performing acts, seperti teater, film, video games, dan televisi. Namun durasi mereka muncul tidak lama. Peran yang dimainkan tidak memiliki bobot besar pula. Kebanyakan cameo tidak diperlukan untuk berbicara.

Biasanya cameo ini muncul di sebuah kegiatan dimana orang terkenal tersebut merupakan seseorang yang spesial di kegiatan itu. Dari kalangan selebritis, pembuat film, politikus, atlet, musisi, atau bahkan karakter fiksi ternama bisa menjadi cameo.

Namun jangan salah sebut antara cameo dengan bintang tamu. Krena bintang tamu memiliki peran dalam memainkan sebuah jalan cerita. Sementara cameo cuma muncul dalam waktu singkat, tidak ada peran apa-apa selain faktor menghibur penonton.

Pada awal sejarahnya, cameo diperuntukkan bagi artis terkenal yang memerankan dirinya sendiri. Seperti sutradara ternama, Alfred Hitchcock, yang sering mengikutsertakan dirinya sendiri dalam film besutannya. Namun seiring perkembangan tidak harus seperti itu. Begitu banyak cameo yang tidak bermain sebagai dirinya. Seperti Sean Connery di Robin Hood: Prince Of Thieves (1999) yang memerankan karakter Raja Inggris bernama Richard. Perannya di film itu tidak signifikan. Dan memang sosok Sean Connery sendiri yang mau dijual. Peran Raja Richard di film itu tidak terlalu berarti.

Walaupun cameo muncul hanya sebentar di sebuah film, namun kehadirannya mampu menjadi elemen pengejut yang sangat efektif. Pasalnya, penonton tidak menyangka akan kehadiran cameo.

Sumber: Majalah HAI

Gerakan Peduli Koin Nasional Diluncurkan 1 Agustus 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Uncategorized.
add a comment

Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Peduli Koin Nasional. “Gerakan ini diluncurkan karena ada kecenderungan masyarakat menyimpan koin dengan tidak membelanjakan uang logam tersebut,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Gedung BI, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7). Ini menyebabkan terhambatnya perputaran uang logam yang mengakibatkan kebutuhan uang logam terus meningkat.

Menurut Mari, gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan respons positif terhadap pentingnya perlindungan konsumen. Ini mengingat banyak keluhan atau pengaduan konsumen terkait pengembalian sisa uang belanja transaksi dalam bentuk permen atau barang lain atau sumbangan yang tercantum dalam struk belanja.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia yang baru terpilih, Darmin Nasution, mengatakan keengganan masyarakat untuk menggunakan kembali uang logam disebabkan tidak ada media atau tempat untuk menyalurkan uang logam itu. Karena itu, BI, Kementerian Perdagangan, dan para pengusaha ritel yang tergabung dalam Aprindo bekerja sama untuk menyosialisasikan gerakan peduli koin nasional.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di antara ketiganya dalam penyediaan dan penukaran koin di gerai ritel. Ribuan gerai ritel modern, seperti Alfamart, Indomaret, Hero, Giant, Guardian, Circle K, Toserba Yogya, Carrefour, Lottemart, Carrefour Express, Raja Fresh, Sabar Subur, Hypermart, Depo Bangunan, Diamond, Ranch Market, siap menerima penukaran uang logam. Ritel modern ini juga berjanji mengembalikan sisa transaksi dengan uang tunai, bukan permen atau bentuk lainnya.

Jumlah uang logam yang beredar di masyarakat senilai Rp 3,2 triliun per 30 Juni 2010 atau sebanyak 15,5 miliar keping dengan jumlah terbanyak pecahan Rp 100, yaitu 6,7 miliar keping. Pada 2010, BI berencana mencetak 1,6 miliar keping uang logam [baca: BI Cetak 1,6 Miliar Keping Uang Logam].

Sumber: Yahoo! News