jump to navigation

Minat Baca Mulai Tergeser Menonton 30 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in 101728.
add a comment

Minat baca masyarakat mulai tergeser oleh budaya menonton karena dirasakan lebih menarik. Kebiasaan membaca mulai dari surat kabar hingga buku-buku populer perlu dipupuk serta ditumbuhkembangkan seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan membaca akan memberi manfaat yang besar karena dapat membuka cakrawala dunia.

“Kearifan utama adalah keluasan cakrawala pikiran dan hati. Dan membaca adalah cara membuka cakrawala dunia,” kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat membuka pemeran yang diselenggarakan salah satu penerbit buku terkemuka Indonesia, di Kota Yogyakarta, Sabtu (30/1) seperti dikutip ANTARA.

Media massa, lanjut dia, turut berperan mengembangkan minat baca masyarakat karena media mampu menembus keterbatasan waktu, jarak dan tempat sehingga terjangkau oleh semua kalangan. “Berita baik ataupun buruk yang ditampilkan dalam media massa dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat,” katanya.

Lebih jauh Herry Zudianto menyatakan, tidak sepenuhnya setuju dengan istilah “bad news is a good news”, karena “good news is good news”. “Jika ada berita negatif, mengapa selalu berada di halaman paling depan, tetapi saat ada berita baik, seringkali dimuat di halaman terakhir,” kata Herry.

Herry menambahkan berita baik ditulis dengan tujuan memberikan motivasi kepada masyarakat, sedangkan berita buruk perlu juga ditulis untuk memberikan kewaspadaan kepada masyarakat. “Inilah sebabnya, media memiliki peran besar untuk membangun nilai di masyarakat,” katanya.

Sumber: http://www.id.news.yahoo.com

Iklan

Alat Pendeteksi Kebohongan 13 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Teknologi & Informasi.
1 comment so far

Bagi para pembohong, bersiaplah untuk bertobat. Karena detektor tercanggih telah ditemukan.

Alat pendeteksi kebohonongan kini semakin canggih. Lewat media infrared, ilmuwan sudah bisa mengetahui kebohongan seseorang. Teknologi yang dinamakan Infrared Lie Detector ini didesain berbentuk headband atau ikat kepala dan bakal memancarkan infrared tembus ke kepala kita.

Ilmuwan percaya saat berbohong, ada bagian-bagian otak tertentu yang bekerja. Makin banyak darah yang mengandung oksigen, makin keras otak itu bekerja. Dan pantulan infrared yang dipancarkan alat ini bakal membaca aktifitas otak secara realtime lewat berapa banyak oksigen yang ada di aliran darah di otak.

Headband ini dilengkapi LED. Masing-masing LED mewakili bagian otak tertentu. Saat LED menyala, artinya infrared mendeteksi bagian otak yang bekerja. Dari situlah dengan mudah kebohongan bisa terdeteksi. Nggak percaya??

Sumber: Majalah HAI

Sedikit Mengenai Sistem Informasi Manajemen 13 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Sistem Informasi Manajemen diantaranya adalah:
– Sistem yang terpadu antara manusia dengan mesin.
– Penyedia informasi bagi yang membutuhkan.
– Mendukung Sistem informasi, manajemen, analisa, dan pengambilan keputusan.

Kemudian di dalam suatu organisasi, sistem ini menggunakan:
– Perangkat keras dan perangkat lunak.
– Pedoman prosedur.
– Suatu database.
– Model untuk analisa, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.

Dalam Basic Function in Computer System terdiri dari dua bagian, yaitu primary storage dan secondary storage. Secondary storage dapat berhubungan dengan primary storage, begitu juga sebaliknya. Primary storage terdiri dari 3 bagian, yaitu automatic and logic unit, control, dan CPU. Untuk memasukkan data dapat melalui automatic and logic unit. Langkahnya adalah data preparation, kemudian menjadi input. Lalu diolah dalam automatic and logic unit yang akan menghasilkan output.

Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen

Toy Story 3 4 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Film.
add a comment

Film ini adalah salah satu film animasi yang punya banyak penggemar. Bahkan, kemunculan pertamanya dianggap sebagai breakthrough di dunia animasi. Siap untuk petualangan baru Woody dan Buzz Lightyear?

Lama menanti, rasa kangen para pecinta animasi ala Pixar tentunya bakal dipuaskan dengan rilisnya film yang satu ini. Gimana nggak? Franchise yang punya sukses luar biasa untuk dua film sebelumnya ini, akhirnya kembali merilis sekuel setelah bertahun-tahun.

Ya. Lagi-lagi masih ada dua nama yang bakal jadi center of attention di sini, Woody (Tom Hanks), dan Buzz Lightyear (Tim Allen). Dua mainan yang sempat berseteru tapi kemudian menjadi teman baik.

Sang pemilik mainan, Andy (John Morris), sekarang udah siap masuk kampus, dan meninggalkan rumah tempat tinggalnya. Tentu saja koleksi mainan yang dimiliki harus ditata rapi. Supaya nggak bikin berantakan dan bikin mainan tersebut rusak. Sebelum ditaruh di tempat penyimpanan, ternyata nasib kurang baik menghampiri mainan-mainan tersebut. Tanpa sengaja, mereka terbuang dan tak ada yang menyadari hal ini. Sampai akhirnya mereka dipungut oleh tukang pembersih sampah.

Merasa mainan itu nggak berguna untuknya, maka diapun menaruh mainan itu di sebuah local day-care center. Mereka harus berusaha untuk survive di tengah-tengah rusuhnya anak-anak kecil. Ujung-ujungnya, mereka pun memutuskan untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Woody berjanji untuk menyelamatkan semua mainan dan mencarikan rumah baru bagi mereka. Tapi, masalah nggak berhenti sampai disitu.

Saat mereka mencoba kabur, sebuah masalah menghampiri Buzz. Akibat kerusakan yang didapatnya saat mencoba kabur, Buzz mengalami kerusakan. Teman-temannya berusaha untuk memperbaiki Buzz. Apa daya, usaha tersebut justru membuat masalah baru. Akibat di-reset dengan cara yang salah, Buzz justru menjadi versi Spanyol dari jenis maian tersebut.

Rencananya, film ini bakal hadir dalam format Disney Digital 3D. Disinilah kita bisa melihat kecanggihan teknik animasi dari Pixar yang digabungkan dengan modernitas ala Disney Animation.

Sumber: Majalah HAI

Buka Semangat Baru – Ello, Ipang, Lala, Barry St.Loco (OST – Coca Cola) 4 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Lirik Lagu.
add a comment

Hayo teman semua
Ayo kita sambut
Hari baru t’lah tiba
Apa yang kurasakan
Kuingin engkau tahu
Dan berbagi bersama

Buka kita buka hari yang baru
Sebarkan semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru

Bukalah, bukalah semangat baru (3x)

Coba kita diam walau hanya ‘tuk sejenak
Dengarkan kata dari segala yang kuucap
Kujelang pagi ini nikmati damai di hati
Dalam waktu penuh arti karna aku dicintai
Kuingat kemarin suasana tak bersemangat
Namun kini kujalani dan semua rasanya tepat
Bersama kita coba wujudkan harapan
Membuka jalan dalam gapai semua tujuan

Mentari bersinar selalu
Ini yang kuminta
Penuh semangat, tertawa
Bersamamu teman, semua
Karena ini saatnya
Kita nyanyi bersama

Buka kita buka hari yang baru
Sebarkan semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru

Dengarkan hatimu
Pastikan pilihanmu
Esok mentari ‘kan datang
Bawa sejuta harapan
Kita jumpa disana
Berbagi bersama
Dan kita tahu
Pelangi yang satukan kita

Buka kita buka hari yang baru
Sebarkan semangat langkah ke depan
Jadi pribadi baru
Buka kita buka jalan yang baru
Tebarkan senyum wajah gembira
Dalam suasana baru

Bukalah, bukalah semangat baru (Bukalah)
Bukalah, bukalah semangat baru (Bukalah)
Bukalah, bukalah semangat baru..

Bukalah, bukalah semangat baru..
Bukalah semangat baru..

Pendekatan Sistem 1 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
2 comments

Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan.

Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.

Tahap II: Usaha definisi
– Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
– Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
– Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
– Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
– Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.

Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:
1. Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
2. Membandingkan sistem output dengan standar.
3. Mengevaluasi manajemen.
4. Mengevaluasi pengolah informasi.
5. Mengevaluasi input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi proses transformasi.
7. Mengevaluasi sumber daya output.

Tahap III: Usaha solusi
– Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama).
– Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
– Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
– Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
– Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.

Manajer harus tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang direncanakan.

Ada beberapa faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah.
1. Gaya merasakan masalah
Bagaimana menghadapi masalah ada 3 kategori:
– Penghindar masalah. Yang menghalangi kemungkinan masalah-mengabaikan informasi.
– Pemecah masalah. Tidak mencari masalah tidak juga menghindari masalah. Bila ada masalah akan dipecahkan.
– Pencari masalah. Menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.

2. Gaya mengumpulkan informasi
– Gaya teratur. Mengikuti dan menyaring yang tidak berhubungan dengan bidangnya.
– Gaya menerima. Ingin melihat semua masalah dan menilai informasi tersebut.

3. Gaya menggunakan informasi
– Gaya sistematis. Mengikuti metode/cara yang telah ditetapkan.
– Gaya intuitif. Menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

Walau tidak semua manajer mengikuti pendekatan sistem dalam pemecahan masalah, pendekatan sistem merupakan metodologi sistem dasar. Jadi manajer harus bisa menempatkan pendekatan sistem secara perspektif.


Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen

Pemecahan Masalah 1 Januari 2010

Posted by Nuzul Adam Sullivan in Tugas SIM.
add a comment

Dalam suatu pendekatan sistem ada beberapa hal yang berhubungan. Salah satunya adalah pemecahan masalah. Sebelum membahas pemecahan masalah, kita harus mengetahui apa itu masalah. Masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Jadi sebuah masalah tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang merugikan. Kemudian pengertian pemecahan masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang namanya pengambilan keputusan. Keputusan adalah pemilihan strategi atau tindakan. Maka pengertian pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Jadi kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi berbagai alternatif dari keputusan.

Elemen-elemen dari proses pemecahan masalah:
– Masalah
– Desired state (keadaan yang diharapkan)
– Current state (keadaan saat ini)
– Pemecah masalah/manajer
– Adanya solusi alternatif dalam memecahkan masalah
– Solusi.

Hal lain yang harus diketahui dalam pemecahan masalah adalah, harus mengetahui perbedaan antara masalah dengan gejala. Pertama, gejala dihasilkan oleh masalah. Kedua, masalah menyebabkan gejala. Ketiga, ketika masalah dikoreksi maka gejala akan berhenti, bukan sebaliknya.

Masalah mempunyai beberapa struktur.
1. Masalah Terstruktur. Adalah masalah yang terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar elemen yang semuanya dipengaruhi oleh pemecah masalah. Pemecah masalah tersebut adalah komputer. Karena komputer dapat memecahkan masalah tanpa perlu melibatkan manajer.
2. Masalah Tidak Terstruktur. Adalah masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer. Karena manajer harus melakukan sebagian besar tugas memecahkan masalah.
3. Masalah Semi Terstruktur. Adalah masalah yang berisi sebagian elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah. Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer dan komputer, yang harus bisa bekerja sama memecahkan masalah.

Proses pemacahan masalah menurut John Dewey, Profesor di Colombia University pada tahun 1970, mengidentifikasi seri penilaian pemecahan masalah:
1. Mengenali kontroversi (masalah).
2. Menimbang klaim alternatif.
3. Membentuk penilaian (solusi).


Sumber: materi perkuliahan Sistem Informasi Manajemen